Sunday, December 13, 2009

Teman-Teman adalah Cara TUHAN Untuk Menjaga Kita

Ini ditulis oleh seorang dokter dari rumah sakit Metro Denver :
Saya dalam perjalanan pulang ke rumah dari sebuah pertemuan sekitar pkl 5 sore, terjebak dalam kemacetan di jalan di Colorado Blvd. , dan tiba2 mobil saya mulai tersendat2 dan akhirnya mati – dengan susah payah saya bisa mendekati sebuah pompa bensin, lega karena saya tidak menghalangi jalan dan mencari tempat hangat untuk menunggu mobil derek.Tapi tidak ada yang mau berhenti. Sebelum saya mulai menelpon, saya melihat seorang wanita berjalan keluar dari sebuah minimarket, dan ia terpeleset di jalan ber-es dan jatuh didekat pompa bensin, saya bergegas mendekati ibu ini untuk melihat apakah ia baik2 saja.
Ketika saya tiba di sana , terlihat bahwa ia sedang tersedu2, lebih sedih bukan karena jatuh; ia adalah seorang
gadis muda yang kelihatan begitu berantakan dengan lingkaran hitam di sekitar matanya. Ia menjatuhkan sesuatu ketika saya membantu ia bangun, dan saya ambil untuk diberikan kepadanya. Ternyata uang logam satu nikel.
Saat itu, saya jadi menyimpulkan: wanita menangis, mobil tua yang dipenuhi dengan barang2 dan 3 anak di belakang (1di tempat duduk depan) , dan meteran pompa menunjukkan $4.95.
Saya bertanya apakah semuanya baik2 saja dan apakah ia membutuhkan bantuan, dan ia lalu berkata 'Saya tidak
ingin anak saya melihat saya menangis!, jadi kami berdiri menjauh dari mobilnya ke balik pompa. Ia bercerita bahwa ia sedang menuju California dan situasinya sangat sulit baginya saat ini. Saya bertanya, 'Apakah anda berdoa?' Ia mundur sedikit, tapi saya yakinkan bahwa saya bukan orang gila dan berkata, 'IA mendengarmu, dan IA mengirim saya.'
Saya mengambil kartu kredit saya dan menggesek di card reader di pompa tersebut sehingga mobil wanita itu bisa
terisi penuh, sementara bensinnya diisi, saya berjalan ke McDonald di sebelah dan membeli 2 kantung besar makanan, beberapa voucher untuk dipakai nanti, dan segelas besar kopi. Ia memberikan makanan itu kepada anaknya, yang langsung menyambar seperti serigala kelaparan, dan kami berdiri di sebelah pompa sambil memakan kentang dan berbicara sedikit.
Ia memberitahu namanya, menceritakan bahwa ia tinggal di kota Kansas . Teman laki2nya meninggalkan nya 2 bulan yang lalu sehingga ia tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari2. Ia juga tahu bahwa ia tidak akan bisa membayar sewa rumah bulan January nanti. Dan dalam keadan putus asa ia menelpon orang tuanya yang tidak pernah dihubunginya selama 5 tahun. Mereka tinggal di California dan akhirnya setuju untuk dia tinggal dengan mereka sampai ia bisa mencari uang disana.
Jadi  ia mengemas semua barangnya ke dalam mobil miliknya satu2nya. Ia memberitahu anak2nya bahwa mereka akan ke California untuk merayakan Natal, tetapi tidak memberitahu bahwa mereka akan tinggal disana.
Saya berikan sarung tangan saya, memberikan pelukan kecil dan membacakan sebuah doa cepat bersama dia agar ia selamat dalam perjalanannya. Ketika saya berjalan menuju mobil saya, ia bertanya, 'Apakah anda malaikat atau apa?' Ini yang membuat saya terharu. Saya berkata, 'Ibu, saat ini malaikat sangat sibuk, sehingga kadang2 TUHAN memakai orang biasa.'
Adalah sangat mengharukan untuk menjadi bagian dari keajaiban seseorang. Dan ternyata, anda sudah bisa menebak, ketika saya menuju ke mobil, mobilnya bisa langsung distarter dan pulang ke rumah tanpa masalah. Saya akan ke bengkel besok untuk memeriksakan,  tapi saya kira teknisi tidak akan mendapatkan sesuatu yang rusak.
Kadang2 Malaikat terbang sangat dekat dengan anda sehingga anda bisa mendengar getaran sayapnya...

No comments:

Post a Comment

Followers