Monday, December 14, 2009

Memberi Merupakan Suatu Kebahagiaan

  
Ini adalah suatu cerita tentang seorang wanita cantik, kaya dan dengan berpakaian yang mahal datang ke psikiaternya mengeluh bahwa ia merasa seluruh hidupnya kosong tidak mempunyai arti sama sekali.
Lalu psikiater itu memanggil seorang wanita tua yang adalah pegawai kebersihan di kantor tersebut. Kemudian ia berkata kepada pasiennya, si wanita kaya itu : “Saya akan minta kepada Mary, pegawai kebersihan kami untuk menceritakan kepada anda bagaimana ia mendapatkan kebahagiaan. Saya minta anda untuk mendengarkannya.”
Lalu pegawai wanita yang tua itu meletakkan sapunya, duduk di kursi dan mulai bercerita tentang kisah hidupnya :        
“Suami saya meninggal karena penyakit malaria dan tiga bulan kemudian anak saya satu2nya juga meninggal akibat ditabrak mobil. Saya sudah tidak mempunyai siapa2 lagi … tiada seorangpun yang tertinggal bersama saya. Saya tidak bisa tidur; saya tidak bernafsu untuk makan; saya tidak pernah lagi tersenyum kepada siapapun; bahkan saya mempunyai pikiran untuk bunuh diri.
Kemudian pada suatu petang, ada seekor anak kucing yang membuntuti saya ketika saya pulang dari kerja. Bagaimanapun, saya merasa kasihan kepada anak kucing itu. Karena diluar udara sangat dingin, saya membiarkan anak kucing itu masuk kedalam rumah saya. Saya memberinya susu dalam piring dan ia menjilatinya sampai bersih. Kemudian ia mengeong kecil dan meng-gosok2kan badannya ke kaki saya. Dan untuk pertama kalinya dalam waktu yang sudah ber-bulan2, saya tersenyum. Kemudian timbul dalam pikiran saya : ‘Kalau dengan menolong seekor anak kucing yang kecil bisa membuat saya tersenyum, mungkin dengan menolong orang lain bisa membuat saya senang.’. Keesokan harinya saya membuat kue dan memberikannya kepada tetangga saya yang harus diam  terus  di tempat tidur karena sakit. Kemudian setiap hari saya mencoba untuk melakukan hal2 yang baik bagi orang lain. Dan hal itu membuat saya jadi bahagia  karena bisa melihat mereka gembira.
Sampai hari ini, rasanya belum ada orang lain yang bisa tidur dan makan senikmat saya. Saya sudah menemukan kebahagiaan itu dengan cara membagikannya kepada orang lain.”
Setelah selesai mendengar cerita tersebut, wanita kaya itu menangis. Dengan kekayaannya ia bisa membeli apa saja, tetapi ada sesuatu yang ia tidak bisa miliki, sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan      uang.

No comments:

Post a Comment

Followers